25 April 2010

Empat Racun Hati



Oleh Abdullah Shalih Al-Hadrami
Disunting kembali oleh Rudy Indrasakti

25 April 2010
Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabat dan para pengikut yang setia sampai hari kiamat.


Allah berfirman,
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabnya. (Al-Isra': 36)

Rasulullah bersabda,
Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah berkata,
Hati adalah raja anggota tubuh. Dan anggota tubuh adalah para prajuritnya. Apabila raja baik, maka baik pulalah para prajuritnya. Dan apabila raja busuk, maka busuk pulalah para prajuritnya.

Hati adalah raja.
Seluruh tubuh adalah pelaksana semua titahnya yang selalu siap untuk menerima arahannya. Aktivitasnya tidak dinilai benar, jika tidak diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Pada kemudian hari, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. Maka, memperhatikan dan meluruskan hati merupakan perkara yang paling utama untuk diseriusi oleh orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah. Demikian pula, dengan mengkaji penyakit-penyakit hati dan metode mengobatinya, merupakan bentuk ibadah yang utama bagi ahli ibadah.

Hati adalah pusat ilmu dan ketaqwaan, cinta dan benci, keragu-raguan dan bencana. Dialah yang tahu tentang Allah, dan jalan menuju kepadaNya. Dan anggota tubuh ini tidak lain hanyalah mengikuti dan berkhidmat kepadanya.

Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Hati yang selamat didefinisikan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah, dan dari setiap syubhat, ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran.

Maka, barangsiapa menginginkan keselamatan dan kehidupan bagi hatinya, hendaklah ia membersihkan hatinya dari pengaruh racun-racun itu. Kemudian menjaganya, jangan sampai ada racun lain yang menggrogotinya.
Adapun jika tanpa sengaja ia mengambil salah satunya, ia mesti bersegera untuk membuangnya dan menghapus pengaruhnya dengan cara bertaubat, beristighfar dan mengerjakan amal shalih yang dapat menghapus kesalahan.

Yang dimaksud dengan empat racun hati yaitu:
1. Banyak bicara
2. banyak memandang
3. banyak makan dan minum
4. banyak bergaul dengan sembarang orang

Keempat racun ini merupakan sumber yang paling banyak tersebar, dan paling
berbahaya bagi kehidupan hati.

1. Banyak Bicara

Lidah mempunyai pengaruh yang sangat besar. Keimanan dan kekafiran bisa tampak melalui lihad (syahadat). Barangsiapa melepaskan tali kendali lidahnya, maka syetanpun akan memperdayanya dari segala penjuru, sehingga menggiringnya menuju tepian jurang, kemudian menjatuhkannya sampai ke dasar.

Dari Mu'adz, dari Rasulullah bersabda,
Dan tiadalah yang menelungkupkan wajah atau batang hidung manusia ke dalam api neraka, melainkan karena ulah lidahnya.

Diantaranya firman Allah,
Tiadalah suatu perkataan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS Qaf: 18).

Dari Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi berkata,
aku bertanya, "Ya Rasulullah, apakah yang paling anda takutkan terhadap diri saya?" Beliau bersabda, "Ini." sambil memegang lidahnya.

Dari Uqbah bin Amir berkata, "Ya Rasulullah, apakah keselamatan itu?" Beliau bersabda, "Peliharalah lidahmu."

Beliau bersabda pula,
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau juga berkata,
Wahai lidah, berkatalah yang baik, kamu akan beruntung. Dan Diamlah dari yang buruk, (maka) kamu akan selamat, sebelum kamu menyesal.

Dari Abu Darda' berkata,
Berlakulah adil terhadap dua telinga dari lidah. Dijadikan untuk anda dua telinga dan satu lidah, supaya anda lebih banyak mendengar daripada berbicara.

2. Banyak Memandang

Yang dimaksud dengan banyak memandang, yaitu melepaskan pandangan kepada sesuatu dengan sepenuh mata, dan memandang kepada yang tidak halal untuk dipandang.

Allah berfirman,
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya"; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara
mereka, putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan Janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung. (QS An-Nur: 30 - 31)

1. Pandangan adalah anak panah beracun di antara anak panah Iblis Barangsiapa menundukkan pandangannya karena Allah, Dia akan memberikan kepadanya kenikmatan dan kedamaian dalam hatinya, yang ia rasakan sampai bertemu dengan-Nya.
2. Pandangan merupakan pintu masuk syetan. Sesungguhnya masuknya syetan lewat jalan ini melebihi kecepatan aliran udara keruang hampa. Syetan akan menjadikan wujud yang dipandang seakan-akan indah, menjadikannya sebagai berhala tautan hati.
3. Pandangan menyibukkan hati, menjadikannya lupa terhadap hal-hal yang bermanfaat baginya, dan menjadi penghalang antara keduanya. Akhirnya urusannya pun menjadi kacau. Dia menjadi selalu lalai dan mengakuihawa nafsunya.

Allah berfirman,
Dan janganlah kamu taat kepada orang yang telah Kami lalaikan hatinya dari dzikir kepada Kami dan mengikuti hawa nafsunya serta urusannya kacau-balau. (QS. Al-Kahfi: 28)

Bila hati telah bersinar, maka seluruh kebaikan dari segala penjuru akan masuk ke dalamnya. Sebaliknya apabila hati telah gelap, maka berbagai keburukan dan bencana akan masuk ke dalamnya, dari segala penjuru.

3. Banyak Makan dan Minum
Nafsu perut adalah termasuk perusak yang amat besar. Nafsu ini pula, yang menyebabkan Adam dikeluarkan dari Surga. Dari nafsu perut pula, muncul nafsu kemaluan dan kecenderungan kepada harta benda. Yang akhirnya disusul dengan berbagai bencana yang banyak. Semua ini berasal dari kebiasaan memenuhi tuntutan perut.

Sedikit makan itu melembutkan hati, menguatkan daya pikir, serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan, akan mengakibatkan sebaliknya.

Allah berfirman,
Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al-A'raf: 31)

Barangsiapa memelihara perutnya, akan terpeliharalah diennya (agamanya). Dan barangsiapa mampu menguasai rasa laparnya, akan memiliki akhlak yang terpuji. Sesungguhnya, kemaksiatan kepada Allah itu jauh dari seorang yang lapar dan dekat dengan seorang yang kenyang.

4. Banyak Bergaul Dengan Sembarang Orang

Ini merupakan penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan. Ia dapat
menghilangkan nikmat dan menebarkan permusuhan. Ia juga menanamkan kedengkian yang dahsyat, serta mengakibatkan kerugian dunia dan akhirat.
Dalam bergaul, hendaknya kita mengklasifikasikan (membagi) manusia menjadi dua kelompok, yang baik dan buruk. Ketidakmampuan kita membedakan dua kelompok ini, dapat membawa bencana.

Allah berfirman,
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an, ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku." Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia. (Al-Furqan: 27 - 29)

Allah berfirman pula,
Teman-teman akrab para hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa. (Az-Zukhruf: 67)

Rasulullah bersabda,
Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, adalah seperti penjual minyak wangi dan peniup api (pandai besi), adakalanya memberi anda (minyak wangi), atau anda membeli darinya, atau anda mendapat bau wangi darinya. Adapun peniup api (pandai besi), adakalanya membakar pakaian anda, atau anda mendapatkan bau yang Kurang sedap darinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Alangkah bahagianya, apabila kita diberi rezki oleh Allah berupa teman yang shalih. Teman yang selalu mengingatkan dan menasihati kita untuk tetap istiqamah, sehingga kita selamat dari api neraka dan masuk ke dalam surga. Itulah teman yang baik dan bermanfaat di dunia dan akhirat.

Semoga Allah senantiasa menyelamatkan hati kita dari segala racun dan kotorannya, sehingga kita selalu bersih dan bersinah sampai berjumpa denganNya. Amin, ya rabbal 'alamin.

Pustaka
[1] Al-Misbahul Munir Fi Tahdzib Tafsir Ibn Katsir, Jama'ah Minal Ulama', Isyraf Asy- Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakafuri, Daar As-Salam, Riyadh.
[2] Tazkiyatun Nufus, Syaikh Ahmad Farid, Edisi revisi hanya memuat hadits-hadits. Cetakan tahun 1419H / 1998M, Daar Al-Aqidah Litturats, Iskandariyah.
[3] Tazkiyah An-Nafs, Syaikh Ahmad Farid, Edisi lama (belum direvisi), terjemahan Indonesia. PenterjemahL Imtihan Asy-Syafi'i, Pustaka Arafah.
[4] Jami' Al-Ulum Wal Hikam, Ibnu Rajab, tahqiq Syu'aib Al-Arnauth dan Ibrahim Bajis, Muassasah Ar-Risalah, Beirut.
[5] Al-Mukhtar Lil Hadits Fi Syahri Ramadhan, Majmu'ah Thalabatil Ilmi, Rabithah Alam Islami.

22 April 2010

* Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup*



Ibu berkata...' , * Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup*
Keningku berkerut.... ....'Sedikit sekali Allah memanggil kita..?'

Ibu tersenyum. 'Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?'
Saya menggelengkan kepala.
'Panggilan pertama adalah* **Azan*', ujar Ibu.

'Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar.
Ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah.
Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak 'cepat marah' akan sikap kita.

Kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas.
Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti'.


Saya terpekur.... . .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah.......

Ibu melanjutkan,
Panggilan yang kedua adalah Panggilan* Umrah/Haji*

Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya 'bergiliran' . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain.
Jalan nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul. Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan', sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua.

Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali.

Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu'.
Mata saya semakin berkaca-kaca. ........Subhanal lah...... .saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan.. ...Alhamdulill ah...

'Dan panggilan ke-3', lanjut Ibu, 'adalah *KEMATIAN*.

Panggilan yang kita jawab dengan amal kita.
Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu , manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah.... .......Insya Allah syurga adalah balasannya.. ...'

*Huraisy*

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra katanya, Rasulullah Saw bersabda:
*Pada hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka
jahanam yang bernama 'Huraisy' berasal dari anak kala jengking.
Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.
Malaikat Jibril bertanya : 'Hai Huraisy! Engkau hendak
ke mana dan siapa yang kau cari?'
Huraisy pun menjawab, 'Aku mau mencari lima orang.'
Pertama, orang yang meninggalkan sholat
Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat.
Ketiga, orang yang durhaka kepada ibu dan bapaknya.
Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid.
Kelima, orang yang suka minum arak.' (Durratun Nasihin I, hal. 129)

Sumber : http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/allah-hanya-memanggil-kita-3-kali-saja-seumur-hidup/382311221041

20 Januari 2010

PENGELOLAAN MASJID


Peran dan pentingnya masjid bagi umat 

Dalam pandangan Islam masjid merupakan pusat yang sangat strategis untuk membina masyarakat yang islami. Terbukti ketika Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah sewaktu beliau hijrah maka pertama kali proyek yang beliau kerjakan adalah membangun masjid. 

Dari masjid inilah terbentuk pasukan jihad yang amat besar dan tangguh dan di sinilah assabiqunal awwalun dari kaum Muhajirin dan Anshar dididik, demikian pula orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Maka jadilah masjid sebagai sumber pelita dan tempat memancarnya cahaya petunjuk yang terang benderang. 

Masjid juga berfungsi sebagai tempat perkumpulan, titik tolak, tempat beribadah, arena pendidikan, penggalangan jihad, halaqah ilmu juga majlis syura, pemutusan perkara dan pengaturan strategi.

Masjid ibarat ladang yang amat luas yang siap untuk digarap dengan ber-bagai aktivitas kegiatan, ia juga seperti sarang lebah yang tidak boleh kosong dari orang yang rukuk, sujud, berdzikir kepada Allah, membaca Al Qur'an, belajar dan mengajarkan ilmu. 

Imam masjid dan kedudukannya 

Imam masjid memiliki posisi yang tinggi ditengah-tengah masyarakat, ucapannya banyak didengar serta pendapatnya cenderung untuk diterima. Bagaimana seorang imam tidak memiliki posisi ini sedangkan masyarakat telah menjadikannya pemimpin dalam menjalankan syiar yang amat besar dari syiar-syiar Islam yaitu shalat. 

Berpijak dari posisinya yang strategis, baik dari sudut pandang agama maupun sosial maka seorang imam masjid hendaknya menghadapi ini semua dengan memberi porsi yang maksimal sesuai dengan lingkup masyarakatnya. Imam masjid adalah seorang saudara yang senantiasa menasehati, seorang ayah yang penuh kasih sayang sekaligus seorang anak yang berbakti. 

Beberapa saran untuk imam masjid 
Para fungsionaris masjid memiliki tugas yang amat besar sesuai dengan tuntutan syari'at Islam. Untuk membantu melancarkan tugas yang mulia ini ada beberapa saran penting yang diambil dari hasil ketetapan progran kerja para imam, muadzin dan pelayan masjid di Saudi Arabia, diantara point yang terpenting adalah: 


1. Menyampaikan pengarahan dan mauizhah

Dalam hal ini imam hendaknya memilih waktu yang pas bagi para jama'ahnya seperti setelah selesai shalat, atau dalam perkumpulan rutin mingguan, moment kekeluargaan dan kemasyarakatan. Dalam menyampaikan mauizhah ini perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini:       
o Hendaknya materi dipersiapkan terlebih dahulu dan disusun secara logis 
o Memilih materi yang sekiranya mengigit dan penting untuk diketahui umat 
o Memilih kalimat yang dapat menyentuh seluruh lapisan dan memperhatikan kondisi kejiwaan mereka. 
o Hendaknya ringkas dan memiliki sasaran yang jelas 
o Membuat tenggang waktu dan jangan berlebihan dalam menyampaikan nasihat dalam arti jangan terlalu panjang dan sering supaya tidak menimbulkan kejemuan dan rasa bosan. 
  
2. Mengadakan kajian-kajian

Sangat bagus jika para imam mengadakan kajian-kajian di masjid untuk memberikan penjelasan kepada para jamaah dan masyarakat terutama bagi kalangan pemuda. 
Sebaiknya imam masjid membuat halaqah khusus unruk membahas salah satu bidang materi baik itu aqidah, tafsir, hadits, fiqih, sirah atau akhlak, mungkin juga tentang pendidikan.
  
3. Pengajian umum dan seminar
  
o Sangat dianjurkan bagi imam masjid untuk mengadakan pengajian umum atau seminar dengan mengundang ulama dan tokoh yang mumpuni. 
o Menggalang kerjasama dangan kantor-kantor dan lembaga dakwah sekitar untuk penyelenggaraan pengajian ataupun seminar. 
o Sebaiknya imam masjid bersikap proaktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut jangan sekedar menunggu tawaran atau ajakan dari pihak luar. 
  
4. Kelompok hafalan Al Qur'an

Ini merupakan sarana taqarub kepada Allah yangsangat utama, maka selayaknya imam masjid mengadakan halaqah tahfidzil qur'an serta menen-tukan klasifikasinya, yaitu: 
o Kelompok khusus untuk anak-anak 
o Kelompok untuk usia dewasa 
o Kelompok khusus wanita

Sebaiknya dibentuk sebuah panitia yang mengurusi kegiatan ini yang fungsinya selain untuk membantu imam masjid juga untuk mengontrol jalannya kegiatan. 
  
5. Kunjungan berkala

Kunjungan seperti ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat bagus untuk mendiskusikan berbagai masalah penting di masyarakat seperti: 

o Mendiskusikan putra-putri dan bagai-mana menyikapi kondisi mereka. 
o Membicarakan sebagian anggota masyarakat yang enggan shalat berjamaah dan                  menyepelekannya. 
o Mendiskusikan permasalahan-permasalahan penting yang ada di masyarakat. 
  
6. Memberi himbauan kepada masyarakat untuk berperan dalam kegiatan            sosial kemanusiaan. 
  
o Yaitu dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya kegiatan tersebut dengan menyampaikan ayat-ayat atau hadits yang menganjurkan untuk berinfaq fisabilillah. 
o Diantara bentuk-bentuk kegiatan yang dapat dilakukan adalah: 
a. Kegiatan buka puasa bersama di bulan Ramadhan. 
b. Bantuan untuk para aktivis dan pejuang muslim diseluruh dunia. 
c. Kegiatan untuk membendung kristenisasi dan para misionaris. 
d. Pencetakan buku dan penyebaran kaset-kaset Islam. Dan lain-lain 



 
o Perlu bagi pengelola masjid untuk memperkenalkan Yayasan dan lembaga-lembaga kemanusiaan kepada masyarakat. 
o Diusahakan untuk membentuk sebuah panitia atau pengurus yang menangani berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan khususnya untuk kegiatan di masjid dan sekitarnya. 
o Menjalin hubungan dengan para donatur atau muhsinin agar bersedia menyalurkan sebagian hartanya untuk kegiatan tersebut. 
  
7. Memperhatikan keberadaan kaum wanita

Para wanita juga berhak memperoleh porsi yang memadai dalam hal pengajaran dan pendidikan. 
Untuk itu pengelola masjid khusus-nya para imam dianjurkan supaya melakukan hal-hal sebagai berikut: 
o Menyampaikan nasehat atau ceramah kepada kaum wanita pada bulan Ramadhan khususnya seusai shalat tarawih. 
o Sangat ditekankan untuk menyampai-kan materi-materi seputar hukum thaharah(bersuci), shalat, shiyam, pendididkan anak, hak-hak suami istri serta memperingatkan mereka dari berbagai bentuk kemungkaran yang banyak terjadi. 
o Mengundang ulama atau ustadz untuk menyampaikan pengarahan dan nasehat kepada para wanita. 
o Menyediakan tempat khusus bagi kaum wanita dimasjid dalam acara muhadharah/pengajian atau seminar. 


Saran-saran umum 


Untuk menggiatkan jama'ah masjid dan anggota masyarakat ada beberapa saran yang dapat dilakukan yaitu: 


1. Menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama untuk seluruh jama'ah masjid dan masyarakat sekitar. 
2. Melontarkan ide i'tikaf di bulan Ramadhan sebagi tindak lanjut. 
3. Membuka perpustakaan umum di dalam masjid serta menyediakan ruang bacaan. 
4. Memperhatikan warga yang kesulitan dan sangat membutuhkan serta mengulurkan tangan untuk fakir miskin. 
5. Sebagai realisasinya diadakan dompet amal untuk menampung bantuan dari para donatur. 
6. Menganjurkan kepada masyara-kat agar tidak melakukan pemborosan dalam acara atau pesta yang mereka selenggarakan. Dan sebaiknya jika ada dana yang berlebihan disalurkan untuk kepentingan dakwah dan kemanusiaan. 
7. Memberikan hadiah setiap jangka waktu tertentu berupa kaset dan buku-buku islam yang bermanfaat. 
8. Menganjurkan jamaah masjid agar berperan dalam amar ma'ruf nahi mungkar. 
9. Menyediakan kotak saran dimasjid agar para jama'ah dapat menyampaikan usulan, pertanyaan ataupun konsultasi. 
10. Menyediakan papan informasi di masjid dengan memperhatikan penataan, penerbitan serta rutinitasnya. Hendaknya dibagi menjadi kolom-kolom beragam misalnya tentang fatwa, pendidikan, kajian serta ruang informasi umum. 
11. Dianjurkan bagi pengurus masjid untuk berperan dalam mem-bantu jamaah dalam mengatur waktu misalnya dengan membuatkan jadwal harian seorang mulim serta mensosialisasikannya. 
12. Menyelenggarakan berbagai lomba dan kuis untuk menggugah minat serta menggiatkan anak-anak dan remaja agar aktif menelaah dan meneliti berbagai persoalan. 
13. Jika memungkinkan dapat membuka biro bimbingan haji dan umrah. 


Disarikan dari kutaib "Risalatul Masjid", karya Manshur bin Abdul Aziz Al Khuraiji, Darul Ma'arij Ad Dauliyah Riyadh. (Dept. Ilmiah)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...