10 September 2010

LEBARAN



DI ANTARA PENGERTIAN LEBARAN

Segala puji bagi Allah I yang menyempurnakan agama untuk kita, menyempurnakan nikmat atas kita, meridhai Islam sebagai agama kita. Shalawat dan salam semoga terus tercurah kepada nikmat yang diberikan dan rahmat yang dihadiahkan, yaitu Nabi kita Muhammad bin Abdullah r, keluarga, para sahabat, dan orang yang setia kepadanya. Amma ba'du:
Sesungguhnya lebaran merupakan salah satu penampakan  dan syi'ar agama  yang diagungkan, yang mengandung hukum yang besar, pengertian yang besar, rahasia  yang indah yang tidak diketahui semua umat dalam berbagai hari besarnya.

Ied dalam pengertian agama adalah bersyukur kepada Allah I atas kesempurnaan ibadah yang tidak hanya diucapkan seorang mukmin dengan lisannya, akan tetapi bergelora dalam batinnya sebagai bentuk ridha dan tenang, nampak pada lahirnya karena senang dan dengan muka berseri, membuka di antara jiwa orang-orang beriman dengan muka cerah dan akrab, dan menghapus jarak di antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin.

Ied dalam pengertian kemanusiaan adalah hari bertemunya kekuatan orang kaya dan kelemahan orang miskin di atas cinta, kasih sayang dan keadilan dari wahyu langit yang berjudul: zakat, ihsan, dan lapang dada.
Ied nampak pada orang kaya, maka ia melupakan ketergantungannya pada harta, turun dari ketinggiannya seraya merendahkan diri kepada manusia dan siap menerima kebenaran, mengingat bahwa semua orang yang ada di sisinya adalah para saudara dan penolongnya, maka ia menghapus kesalahan setahun dengan ihsan satu hari.

Ied nampak pada orang fakir, maka ia membuang sakit hatinya, naik dari ufuk yang tinggi, melupakan kesusahan dan kepayahan selama satu tahun, keceriaan di hari lebaran menghapuskan bekas kedengkian dan rasa jemu dari dirinya, dan lari di sisinya rasa putus asa di saat menangnya dorongan harapan.
Ied (lebaran) dalam pengertian kejiwaan adalah garis pemisah di antara ikatan yang jiwa tunduk baginya dan anggota tubuh merasa tenang kepadanya, dan d kebebasan yang tanpa batas untuk memuaskan hawa nafsunya.

Ied dalam pengertian waktu adalah bagian dari masa yang ditentukan untuk melupakan kesedihan dan mengesampingkan beban, serta istirahat (rileks)nya kekuatan yang capek dalam kehidupan.
Ied dalam pengertian sosial adalah hari anak-anak yang melimpah rasa bahagia pada mereka, hari para fakir miskin yang mendapatkan kemudahan dan keluasan rizqi, hari seperti rahim yang mengumpulkannya di atas kebajikan dan menyambung silaturrahim, hari kaum muslimin yang menyatukan mereka di atas saling memaafkan dan mengunjungi, hari handai taulan yang diperbaharui pada mereka ikatan kecintaan, hari jiwa yang mulia yang melupakan tekanannya. Maka berkumpul setelah berpisah, menjadi bersih setelah kotor, terbuka setelah sebelumnya mengerut.

Dalam semua merupakan renovasi (rekonstruksi) ikatan sosial yang terkuat dalam bentuk rasa cinta dan persaudaraan.

Dan padanya ada rasa akrab yang merasuk kalbu, rasa bahagia dalam jiwa, dan rasa lapang yang dirasakan tubuh.

Dan padanya ada maksud sosial juga, yaitu mengingatkan berita masyarakat terhadap hak orang-orang yang lemah dan papa, sehingga rasa bahagia dirasakan setiap rumah dan kenikmatan merata di setiap keluarga.
Kepada pengertian sosial ini disyari'atkan zakat fitrah di hari raya iedul fitri atau pada hari-harinya yang diberikan tangan-tangan yang baik di jalur-jalur yang baik. Maka tidak bersinar matahari lebaran kecuali senyuman terlihat di setiap bibir dan rasa bahagia meliputi setiap hati.

Di hari lebaran, orang-orang yang tidak beruntung merasakan angin keberuntungan, orang-orang yang terjepit merasakan udara keluasan. Dan padanya orang-orang yang papa merasakan rizqi yang baik dan orang-orang yang mampu menikmati kesenangannya.

Di hari lebaran, jiwa yang keras mengalirkan arahnya kepada kebaikan dan menggerakkan jiwa yang kering kepada kebaikan.

Di hari lebaran, ada hukum-hukum yang menekan hawa nafsu, di belakangnya ada hikmah yang memberikan gizi kepada akal, dari bawahnya ada rahasia yang membersihkan jiwa, di hadapannya ada kenangan yang membuahkan untuk mengikuti kebenaran dan kebaikan, dalam isinya ada pelajaran yang mengungkapkan hakikat, timbangan yang menegakkan keadilan di antara golongan yang berbeda di antara manusia, tujuan yang benar dalam menjaga persatuan, memperbaiki perkara, pelajaran praktik yang tinggi dalam pengorbanan, mengutamakan orang lain dan kecintaan.

Di hari lebaran, nampak keutamaan ikhlas yang meliputi semua orang, orang-orang saling memberikan hadiah hati yang ikhlas kepada yang lain. Lebaran seolah-olah adalah ruh satu keluarga dalam semua umat.
Di hari lebaran, ruh tetangga menjadi luas, sehingga kembali kota yang besar dan seolah-olah penduduknya tinggal di satu rumah yang terwujud padanya persaudaraan dalam arti pengamalan.

Di hari lebaran, bertolak tabiat di atas fitrahnya dan nampak rasa simpati belas kasihan di atas hakikatnya.
Lebaran dalam Islam merupakan ketenangan dan kedamaian, mengagungkan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, dan jauh dari sebab-sebab kebinasaan dan masuk neraka.

Dan bersama semua itu, lebaran merupakan lapangan berlomba menuju kebaikan, peluang bersaing dalam kemuliaan.

Di antara bukti yang menunjukkan keagungan lebaran ini, bahwa Islam menyertakan setiap lebaran dari dua lebaran yang agung dengan salah satu syi'arnya yang umum, yang mempunyai kedudukan besar dalam rohani, memiliki peranan agung dalam masyarakat, baginya ada angin yang bertiup dengan kebaikan, kebajikan dan kasih sayang. Baginya ada pengaruh yang dalam pada pendidikan pribadi dan jamaah, yang umat tidak pantas ada serta bermanfaat keberadaannya kecuali dengannya. Dua syi'ar tersebut adalah bulan Ramadhan yang datangnya iedul fitri merupakan penutupnya yang indah, ungkapan syukur atas kesempurnaannya dan haji yang mana iedul adha merupakan bagian dari hari-harinya dan waktu yang mengisyaratkan keagungan hukumnya.

Maka inilah ikatan Ilahi di antara dua lebaran dan di antara dua syi'ar ini sudah cukup dalam memutuskan atasnya, membuka hakikat padanya. Dan keduanya merupakan dua hari besar agama dengan sunnah-sunnah yang disyari'atkan padanya. Bahkan sampai hal-hal yang dianjurkan padanya, yang secara lahir hanyalah duniawi semata seperti memakai yang baik, berpakaian, memakai minyak wangi, memberi infak yang banyak terhadap keluarga, menjamu tamu, bersenang-senang, bermain-main yang tidak keluar kepada batas berlebih-lebihan, mencari yang mahal, dan kebanggaan yang tercela. Semua perkara yang dibolehkan ini termasuk dalam taat apabila baik niatnya. Maka di antara keindahan Islam bahwa yang dibolehkan, apabila baik niat padanya dan untuk merealisasikan hikmah Allah I dengannya atau mensyukuri nikmat-Nya niscaya berubah menjadi ibadah, sebagaimana sabda Nabi r: "Sehingga sesuap (nasi) yang engkau berikan di mulut istrimu."

Kedua sisi lebaran dalam makna Islam adalah keindahan, kebesaran, kesempurnaan, ikatan dan hubungan, rasa bahagia yang menyentuh kalbu, ketenangan yang menyertai jiwa, dan meninggalkan kesedihan dan sakit hati.

Rahasianya bukan pada hari lebaran yang harinya dimulai dengan terbitnya matahari dan berakhir dengan tenggelamnya. Sesungguhnya rahasianya adalah pada amal perbuatan yang dibangun pada hari itu, yang meliputinya berupa kebaikan, yang meliputi jiwa yang disiapkan untuk kebaikan padanya berupa ketinggian dan kesempurnaan. Maka lebaran sesungguhnya adalah pengertian yang ada pada hari lebaran itu, bukan harinya.

Inilah sebagian pengertian ied sebagaimana yang kita pahami dari Islam, dan sebagaimana direalisasikan oleh kaum muslimin yang benar. Di manakah kita pada hari ini dari lebaran ini? Di manakah lebaran-lebaran ini dari kita? Apakah bagian kita dari pengertian ini? Di manakah bekas ibadah dari pengaruh kebiasaan dalam lebaran kita?

Sesungguhnya yang disayangkan bahwa sebagian kaum muslimin melepaskan lebaran-lebaran ini dari pakaian agama, mengosongkannya dari nilai-nilai kerohnian yang menyejukan jiwa dengan kesenangan dan ketenangan. Bahkan sebagian kaum muslimin menghadapi lebaran dengan semangat yang lemah dan perasaan yang dingin, sehingga lebaran seolah-olah kegiatan perdagangan yang mengikuti kesuburan dan kekeringan, terpengaruh dengan kesusahan dan kemudahan, keuntungan dan kerugian, tanpa ungkapan rohani yang mempengaruhi dan tidak terpengaruh.

Sungguh di antara hak lebaran adalah bahwa kita merasa bahagia dan di antara hak kita adalah bahwa kita saling mengucapkan selamat dan menghilangkan kesedihan serta saling memberikan muka ceria, maka sesungguhnya hak saudara-saudara kita yang tersuir lagi tersiksa di timur dan barat adalah bahwa kita merasa berduka karena kesedihan mereka, dan memperhatikan persoalan mereka. Maka masyarakat yang bahagia adalah masyarakat yang memiliki akhlak yang tinggi di hari lebaran dan perasaan kemanusiannya memanjang sejauh mata memandang. Dan hal itu nampak di hari lebaran saling tolong menolong lagi saling berkasih sayang, sehingga hatinya dipenuhi dengan rasa cinta, kebajikan, dan kasih sayang. Dan  ikut merasakan musibah saudara-saudara mereka di berbagai penjuru dunia saat mereka mendapat bencana dan musibah.
Bukanlah maksudnya mengucurkan air mata dan memakai baju duka cita sebagaimana orang yang berduka saat kehilangan kekasih atau kerabat, dan bukan pula tidak mau makan seperti yang dilakukan oleh orang yang puasa.

Namun maksudnya adalah bahwa di hari lebaran, kita nampak dengan penampilan umat yang mengerti, yang selalu seimbang di antara kesenangan dan kesedihan, maka perayaan kita dengan hari lebaran jangan menghalangi perasaan kita terhadap musibah yang menimba saudara kita.
Yang dimaksudkan dari hal itu bahwa kita sederhana dalam kebahagiaan dan berbelanja, agar kita bisa membantu umat kita dalam pertarungannya yang pahit lagi berdarah.

Juga maksudnya adalah kita merasakan persaudaraan yang kuat di hari lebaran, maka nampak dalam pembicaraan kita tentang bencana dan perjuangan saudara-saudara kita yang menguatkan semangat, membuka tangan untuk memberi dan mengucapkan doa, inilah duka cita yang diterjemahkan kepada amal nyata.

Wahai  muslim yang berbahagia dengan hari lebaran: tidak diragukan bahwa engkau bersiap-siap atau sudah bersiap-siap untuk lebaran siapapun engkau, atau engkau ibu atau anak muda, atau wanita remaja. Tidak diragukan bahwa engkau telah menyiapkan segala kebutuhan lebaran berupa pakaian, makanan dan yang lainnya. Tambahkanlah atas semua itu persiapan sebagai ungkapan rasa syukur, menambahkan cahaya catatan amalmu. Persiapan yang lebih mulia di sisi Allah I dan lebih pasti dalam pandangan persaudaraan.

Ketahuilah, ia adalah persiapanmu untuk melapangkan kesusahan orang yang ada di sekitarmu, orang-orang yang tidak mampu dari para tetangga, atau kerib kerabat atau semisal mereka. Perhatikanlan mereka, tanyakanlah kebutuhan mereka, dan segeralah masukkan rasa senang di relung hati mereka.

Jika keuangan tidak menolongmu, maka setidaknya engkau bisa memberikan kata-kata yang baik, senyuman yang indah, dan anggukan kepala yang suci.

Ingatlah di hari lebaran, sedang engkau mengecup kedua orang tuamu, menyalami istri, saudara, anak-anak dan karib kerabatmu. Maka berkumpul semuanya di atas makanan enak, minuman yang segar. Ingatlah anak-anak yatim yang di pagi hari itu tidak merasakan kasih sayang sang ayah, para janda yang tidak mendapatkan senyuman suami, bapak-bapak dan ibu-ibu yang tidak mendapatkan anak, dan jamaah yang banyak dari saudaramu yang terusir secara zalim, tercabik-cabik. Maka apabila di hari lebaran mereka beruari air mata, menyetrika dengan api, dan tidak mendapat ketenangan.

Ingatlah di hari lebaran, engkau tinggal di tempat yang teduh, tempat tinggalmu yang luas, kasurmu yang empuk. Ingatlah saudara-saudaramu yang berkasurkan debu, berselimut khadhra, dan menderita di tempat terbuka.

Ingatlah bahwa ketika engkau mengobati luka mereka dan menutupi kebutuhan mereka sesungguhnya engkau menutupi kebutuhanmu dan mengobati luka mereka:

﴿ وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ [التوبة:71]،
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain.. (QS. at-Taubah:71)

﴿ وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ فَلأنفُسِكُمْ [البقرة:272]،
Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya. (QS. at-Taubah 272)

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً فَلِنَفْسِهِ
Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri (QS. Fashshilat :46)

من نفّس عن مؤمنٍ كربة من كرب الدنيا نفّس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة، والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه
"Barangsiapa yang melapangkan kesusahan dari seorang mukmin dari kesusahan dunia niscaya Allah I melapangkan darinya kesusahan dari kesusahan hari kiamat. Allah I selalu menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya."

من لم يهتم بأمور المسلمين فليس منهم
"Barangsiapa yang mengurus perkara kaum muslimin maka ia bukan dari mereka."

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد، إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالحمى والسهر.
"Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam kasih sayang, kecintaan mereka adalah bagaimana satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh mengeluh niscaya semua tubuh ikut merasakan panas dan tidak bisa tidur."
Semoga Allah I memberi berkah untuk kaum muslimin di hari lebaran mereka, meneguhkan untuk mereka agama mereka yang Dia  ridha untuk mereka. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya .

29 Agustus 2010

Lailatul Qadar



Apa Lailatul Qadar Itu?

By: agussyafii

Suatu malam anak-anak Amalia duduk melingkar, kami sedang belajar mengaji. Nampak anak-anak setelah menghapal surat-surat Juz Amma'. Eko bertanya, 'Kak, Apa sih Lailatul Qadar itu?'

Saya jelaskan kepada Eko dan juga anak-anak Amalia bahwa Lailat al qadar adalah anugerah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan hanya orang yang layak yang dapat memperolehnya. Mereka adalah orang yang sejak awal berpuasa dengan semangat kepatuhan, kecintaan dan tahu diri. Ia bukan hanya berpuasa dari makanan, tetapi semua anggauta badanya ikut puasa dari semua yang tidak sepantasnya dikerjakan.. Kesungguhan dan konsistensi berpuasa dan didukung oleh ibadah lainnya selama duapuluh hari pertama, insya Allah bisa membawa suasana batin pelakunya pada kebersihan jiwa yang siap menerima anugerah lailat al qadar. Itulah maka lailat al qadar diisyaratkan turun pada akhir bulan Ramadhan.

Diantara keutamaan Ramadhan adalah adanya suatu malam yang disebut lailatul qadar. Secara harfiah, lailat al qadar artinya adalah malam penentuan, artinya pada malam itu ada satu keputusan sangat penting yang sangat menguntungkan bagi orang yang memperolehnya. Menurut al Qur'an, lailatul qadar berbobot setara dengan seribu bulan, bahkan lebih (khoirun min alfi syahr). Digambarkan bahwa pada malam itu aktifitas alam malakut sungguh luar biasa sibuknya, karena pada malam itu malaikat hilir mudik turun naik, naik ke langit membawa doa dan harapan manusia dan turun ke bumi menyampaikan keputusan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyangkut berbagai perkara (min kulli amr). Digambarkan bahwa suasana super istimewa itu berlangsung pada malam itu sejak Isya hingga fajar terbit (salamun hiya hatta matla` al fajr).

'Kapan malam itu terjadi Kak Agus?' Tanya Lita.

Anak-anak Amalia terlihat mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Saya jelaskan kepada mereka bahwa segala sesuatu yang bermakna tinggi pasti tidak sederhana. Ia tidak berada di tempat terbuka, tetapi tersembunyi di tempat yang pelik, oleh karena itu hanya orang yang tabah dan kuat serta sungguh-sunggguh sajalah yang berpeluang memperolehnya. Menurut sebuah hadis Nabi, lailatul qadar memang berada dalam salah satu dari 30 malam Ramadhan. Ketika didesak oleh para sahabat, Nabi menyebut waktu yakni pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan (`asyr al 'awakhir). Ketika didesak lagi Nabi menyebut waktu, yakni sekitar malam 27, 29 atau bahkan malam Id al Fitri.

'Apa maknanya Kak?' Tanya Lusi.

Artinya jika orang ingin meraih keutamaan, ia tidak boleh asal-asalan, atau mengambil jalan pintas, tetapi harus serius dari awal pekerjaan hingga akhir. Orang tidak bisa berspekulasi. kita tidak usah puasa dan tarawih pada awal bulan Ramadhan, tetapi cukuplah kita sungguh-sungguh pada malam-malam ganjil di akhir bulan, khususnya malam 27,29 dan malam Id. Bukankah lailatul qadar setara dengan seribu bulan ? apalah artinya tidak puasa duapuluh hari pertama, kan tertutup oleh pahala lailatul qadar ?

Ibadah mengandung arti tunduk, patuh, hormat dan tahu diri, bukan akal-akalan, karena kita berhadapan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala Yang Maha Mengetahui. Ibadah itu bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi lebih pada pekerjaan hati dan hati nurani. Khusyuknya salat misalnya tidak terjadi setiap kita menginginkan, tetapi ia merupakan buah dari ibadah yang sudah lama dikerjakan. Mengerjakan salat bisa dilakukan dadakan, tetapi mendirikan salat (iqam as salat) hanya bisa dilakukan setelah lama mengerjakannya secara konsisten. Dari konsistensi itulah terbangun suasana batin, dan dari suasana batin itulah lahir kekhusyu'an.

Dari hadis Nabi dapat difahami, bahwa nikmatnya salat khusyu' setara dengan perasaan orang yang jatuh cinta, indah, lembut dan penuh emosional, terkadang menangis. Demikian juga ibadah puasa, sekedar tidak makan minum adalah mudah tetapi berpuasa dari semua hal yang tidak pantas membutuhkan pengalaman dan konsistensi.

Itulah sebabnya kenapa malam Lailat al qadar adalah anugerah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan hanya orang yang layak yang dapat memperolehnya. Mereka adalah orang yang sejak awal berpuasa dengan semangat kepatuhan, kecintaan dan tahu diri. Ia bukan hanya berpuasa dari makanan, tetapi semua anggauta badanya ikut puasa dari semua yang tidak sepantasnya dikerjakan.. Kesungguhan dan konsistensi berpuasa dan didukung oleh ibadah lainnya selama duapuluh hari pertama, insya Allah bisa membawa suasana batin pelakunya pada kebersihan jiwa yang siap menerima anugerah lailat al qadar. Itulah maka lailat al qadar diisyaratkan turun pada akhir bulan Ramadhan.



Wassalam,

23 Agustus 2010

Doa-doa di bulan Ramadhan



Doa-doa di bulan Ramadhan sangat banyak karena pada bulan suci tersebut pintu langit terbuka dan semua doa tentu boleh dipanjatkan. Dibawah ada doa-doa di bulan Ramadhan mulai tanggal 1 sampai tanggal 30 Ramadhan.
Untuk referensi saja, dan merupakan do'a yang diartikan dari bahasa arabnya, namun karena tidak semua komputer dapat membaca tulisan arab maka hanya artinya saja yang ditulis, selain itu yang jelas Allah maha mengerti semua bahasa, justru kalau berdoa tapi gak ngerti maksudnya maka kurang baik, masa kita minta sesuatu tapi gak ngerti apa yang kita minta?
Doa-doa dibawah ini berdasarkan catatan kitab-kitab Islam dan silahkan Anda gunakan bagi yang berminat. Semoga puasa Anda diterima dan tidak sia-sia hanya mendapat lapar dan haus saja. 
Doa harian di Bulan Ramadhan

Doa Ramadhan Hari Ke 1
Doa Ramadhan Hari Ke 2
Yaa Allah! Jadikanlah Puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan Ibadah Malamku Sebagai Ibadah Orang-Orang Yang benar-benar Melakukan Ibadah Malam. Dan Jagalah aku Dari Tidurnya Orang-Orang Yang Lalai. Hapuskanlah Dosaku... Wahai Tuhan Sekalian Alam!! Dan Ampunilah aku, Wahai Pengampun Para Pembuat Dosa.
Yaa Allah! Dekatkanlah aku Kepada Keridhoan-Mu Dan Jauhkanlah aku Dan Kemurkaan Serta Balasan-Mu. Berilah aku Kemampuan Untuk Membaca Ayat-Ayat-Mu Dengan Rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih Dari Semua Pengasih!!

Doa Ramadhan Hari Ke 3
Doa Ramadhan Hari Ke 4
Yaa Allah! Berikanlah aku Rezki Akal Dan Kewaspadaan Dan Jauhkanlah aku Dari Kebodohan Dan Kesesatan. Sediakanlah Bagian Untukku Dari Segala Kebaikan Yang Kau Turunkan, Demi Kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan Dari Semua Dermawan!
Yaa Allah! Berikanlah Kekuatan Kepadaku, Untuk Menegakkan Perintah-Perintah-Mu, Dan Berilah aku Manisnya Berdzikir Mengingat-Mu. Berilah aku Kekuatan Untuk Menunaikan Syukur Kepada-Mu, Dengan Kemuliaan-Mu. Dan Jagalah aku Dengan Penjagaan-Mu Dan Perlindungan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Melihat.
Doa Ramadhan Hari Ke 5
Doa Ramadhan Hari Ke 6
Yaa Allah! Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Memohon Ampunan, Dan Jadikanlah aku Sebagai Hamba-Mu Yang shalih Dan Setia Serta Jadikanlah aku Diantara Auliya'-Mu Yang Dekat Disisi-Mu, Dengan Kelembutan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih diantara Semua Pengasih.
Yaa Allah! Janganlah Engkau Hinakan aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-Mu, Dan Janganlah Engkau Pukul aku Dengan Cambuk Balasan-Mu. Jauhkanlah aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-Mu, Dengan Anugerah Dan Bantuan-Mu, Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan!
Doa Ramadhan Hari Ke 7
Doa Ramadhan Hari Ke 8
Yaa Allah! Bantulah aku Untuk Melaksanakan Puasanya, Dan Ibadah Malamnya. Jauhkanlah aku Dari Kelalaian Dan Dosa-Dosa Nya. Dan Berikanlah aku Dzikir Berupa Dzikir Mengingat-Mu Secara Berkesinambungan, Dengan Taufiq-Mu, Wahai Pemberi Petunjuk Orang-Orang Yang Sesat.
Yaa Allah! Berilah aku Rezki Berupa Kasih Sayang Terhadap Anak-Anak Yatim Dan Pemberian Makan, Serta Penyebaran Salam, Dan Pergaulan Dengan Orang-Orang Mulia, Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap
Doa Ramadhan Hari Ke 9
Doa Ramadhan Hari Ke 10
Yaa Allah! Sediakanlah Untukku Sebagian Dari Rahmat-Mu Yang Luas, Dan Berikanlah aku Petunjuk Kepada Ajaran-AjaranMu Yang Terang, Dan Bimbinglah aku Menuju Kepada Kerelaan-Mu Yang Penuh Dengan Kecintaan-Mu, Wahai Harapan Orang-Orang Yang Rindu.
Yaa Allah! Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Bertawakkal Kepada-Mu, Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Menang Disisi-Mu, Dan Jadikanlah aku Diantara Orang-Orang Yang Dekat Kepada-Mu Dengan Ihsan-Mu, Wahai Tujuan Orang-Orang Yang Memohon.

Doa Ramadhan Hari Ke 11
Doa Ramadhan Hari Ke 12
Yaa Allah! Tanamkanlah Dalam Diriku Kecintaan Kepada Perbuatan Baik, Dan Tanamkanlah Dalam Diriku Kebencian Terhadap Kemaksiatan Dan Kefasikan. Jauhkanlah Dariku Kemurkaan-Mu Dan Api Neraka Dengan Pertolongan-Mu, Wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan.
Yaa Allah! Hiasilah Diriku Dengan Penutup Dan Kesucian. Tutupilah Diriku Dengan Pakaian Qana'ah Dan Kerelaan. Tempatkanlah aku Di Atas Jalan Keadilan Dan Sikap Tulus. Amankanlah Diriku Dari Setiap Yang aku Takuti Dengan Penjagaan-Mu, Wahai Penjaga Orang-Orang Yang Takut.
Doa Ramadhan Hari Ke 13
Doa Ramadhan Hari Ke 14
Yaa Allah! Sucikanlah Diriku Dari Kekotoran Dan Kejelekan. Berilah Kesabaran Padaku Untuk Menerima Segala Ketentuan. Dan Berilah Kemampuan Kepadaku Untuk Bertaqwa, Dan Bergaul Dengan Orang-Orang Yang Baik Dengan Bantuan-Mu, Wahai Dambaan Orang-Orang Miskin.
Yaa Allah! Janganlah. Engkau Hukum Aku, Karena Kekeliruan Yang kulakukan. Dan Ampunilah aku Dari Kesalahan-Kesalahan Dan Kebodohan. Janganlah Engkau Jadikan Diriku Sebagai Sasaran Bala' Dan Malapetaka Dengan Kemuliaan-Mu, Wahai Kemuliaan Kaum Muslimin.
Doa Ramadhan Hari Ke 15
Doa Ramadhan Hari Ke 16
Yaa Allah! Berilah aku Rezki Berupa Ketaatan Orang-Orang Yang Khusyu'. Dan Lapangkanlah Dadaku Dengan Taubatnya Orang-Orang Yang Menyesal, Dengan Keamanan-Mu, Wahai Keamanan Untuk Orang-Orang Yang Takut.
Yaa Allah! Berilah aku Kemampuan Untuk Hidup Sebagaimana Kehidupan Orang-Orang Yang Baik. Dan Jauhkanlah aku Dari Kehidupan Bersama Orang-Orang Yang Jahat. Dan Naungilah aku Dengan Rahmat-Mu Hingga Sampai Kepada Alam Akhirat. Demi Ketuhanan-Mu Wahai Tuhan Seru Sekalian Alam.
Doa Ramadhan Hari Ke 17
Doa Ramadhan Hari Ke 18
Yaa Allah! Tunjukkanlah aku Kepada Amal Kebajikan Dan Penuhilah Hajat Serta Cita-Citaku. Wahai Yang Maha Mengetahui Keperluan, Tanpa Pengungkapan Permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui Segala Yang Ada Didalam Hati Seluruh Isi Alam. Sholawat Atas Muhammad Dan Keluarganya Yang Suci.
Yaa Allah! Sedarkanlah aku Akan Berkah-Berkah Yang Terdapat Di Saat Saharnya. Dan Sinarilah Hatiku Dengan Terang Cahayanya Dan Bimbinglah aku Dan Seluruh Anggota Tubuhku Untuk Dapat Mengikuti Ajaran-Ajarannya, Demi Cahaya-Mu Wahai Penerang Hati Para Arifin.
Doa Ramadhan Hari Ke 19
Doa Ramadhan Hari Ke 20
Yaa Allah! Penuhilah Bagianku Dengan Berkah-Berkahnya, Dan Mudahkanlah Jalanku Menuju Kebaikan-Kebaikannya. Janganlah Kau Jauhkan aku Dari Ketertedmaan Kebaikan-Kebaikannya, Wahai Pembed Petunjuk Kepada Kebenaran Yang Terang.
Yaa Allah! Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Sorga Dan Tutupkanlah Bagiku Pintu-Pintu Neraka, Dan Berikanlah Kemampuan Padaku Untuk Membaca Ai-Quran Wahai Penurun Ketenangan Di Dalam Hati Orang-Orang Mu'min.
Doa Ramadhan Hari Ke 21
Doa Ramadhan Hari Ke 22
Yaa Allah! Berilah aku Petunjuk Menuju Kepada Keridhoan-Mu. Dan Janganlah Engkau Bed Jalan Kepada Setan Untuk Menguasaiku. Jadikanlah Sorga Bagiku Sebagai Tempat Tinggal Dan Peristirahatan, Wahai Pemenuh Keperluan Orang-Orang Yang Meminta.
Yaa Allah! Bukakanlah Bagiku Pintu-Pintu Karunia-Mu, Turunkan Untukku Berkah-Berkah Mu. Berilah Kemampuan Untukku Kepada Penyebab-Penyebab Keridhoan-Mu, Dan Tempatkanlah aku Di Dalam Sorga-Mu Yang Luas, Wahai Penjawab Doa Orang-Orang Yang Dalam Kesempitan.

Doa Ramadhan Hari Ke 23
Doa Ramadhan Hari Ke 24
Yaa Allah! Sucikanlah aku Dari Dosa-Dosa, Dan Bersihkanlah Diriku Dari Segala Aib. Tanamkanlah Ketaqwaan Di Dalam Hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan Orang-Orang Yang Berdosa.
Yaa Allah! aku Memohon Kepada-Mu Hal-Hal Yang Mendatangkan Keridhoan-Mu, Dan aku Berlindung Dengan-Mu Dan Hal-Hal Yang Mendatangkan Kemarahan-Mu, Dan aku Memohon Kepada-Mu Kemampuan Untuk Mentaati-Mu Serta Menghindari Kemaksiatan Terhadap-Mu, Wahai Pemberi Para Peminta.
Doa Ramadhan Hari Ke 25
Doa Ramadhan Hari Ke 26
Yaa Allah! Jadikanlah aku Orang-Orang Yang Menyintai Auliya-Mu Dan Memusuhi Musuh-Musuh Mu. Jadikanlah aku Pengikut Sunnah-Sunnah Penutup Nabi-Mu, Wahai Penjaga Hati Para Nabi.
Yaa Allah! Jadikanlah Usahaku Sebagai Usaha Yang Di syukuri, Dan Dosa-Dosaku Di ampuni, Amal Perbuatanku Diterima, Dan Seluruh Aibku Di tutupi, Wahai Maha Pendengar Dan Semua Yang Mendengar.

Doa Ramadhan Hari Ke 27
Doa Ramadhan Hari Ke 28
Yaa Allah! Rizkikanlah Kepadaku Keutamaan Lailatul Qadr, Dan Ubahlah Perkara-Perkaraku Yang Sulit Menjadi Mudah. Terimalah Permintaan Maafku, Dan Hapuskanlah Dosa Dan Keslahanku, Wahai Yang Maha Penyayang Terhadap Hamba-HambaNya Yang shalih.
Yaa Allah! Penuhkanlah Hidupku Dengan Amalan-Amalan Sunnah, Dan Muliakanlah aku Dengan Terkabulnya Semua Permintaan. Dekatkanlah Perantaraanku Kepada-Mu Diantara Semua Perantara, Wahai Yang Tidak Tersibukkan Oleh Permintaan Orang-Orang Yang Meminta.
Doa Ramadhan Hari Ke 29
Doa Ramadhan Hari Ke 30
Yaa Allah! Liputilah aku Dengan Rahmat Dan Berikanlah Kepadaku Taufiq Dan Penjagaan. Sucikanlah Hatiku Dan Noda-Noda Fitnah Wahai Pengasih Terhadap Hamba-HambaNya Yang Mu'min.
Yaa Allah! Jadikanlah Puasaku Disertai Dengan Syukur Dan Penerima Di Atas Jalan Keridhoan-Mu Dan Keridhoan Rasul. Cabang-Cabangnya Kokoh Dan Kuat Berkat Pokok-Pokoknya, Demi Kenabian Muhammad Dan Keluarganya Yang Suci, Dan Segala Puji Bagi Allah Tuhan Sekalian
Marhaban ya Ramadhan, semoga bermanfaat..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...